PLN Bersih Untuk Kemajuan Bangsa Indonesiaku

19 Oct 2013

Saya sangat salut padaPLN yang berkomitmen untuk menjadi perusahaan rekanan pemerintahyang bersih, anti suap menyuap yang tentunya akan sangat mendukung untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang kita cintai ini semakin maju, karna tidaklah mungkin sebuah negara akan mejadi negara yang maju apabila perusahaan yang menjadi rekanan pemerintah masih saja melakukan segala macam tidakan suap menyuap ataupun korupsi.

Oleh karena itu,semua perusahaan yang menjadi rekanan pemerintah sudah selayaknya juga meniruPLN yang kian semangatnya menjalankan praktik dari segala macam proses bisnis yang bersih dan transparan dalam menerima dan menjalankan proyek yang diterima dari pemerintah.

Bila kita berbicara soalPLN, tentu yang muncul di benak pikiran kita semua adalah sebuah perusahaanpengelola tenaga listrik milik negara. Saya sangat bersyukur semenjak lahir hingga kini daerah tempat saya tinggal di bekasi memiliki jaringan listrik dengan pasokan yang cukup karna masih banyak saudara-saudara kita di belahan Indonesia khususnya di dusun-dusun yang daerahnya masih belum teraliri listrik.

6bca1a647c3ca3222d5b56ba3ececce0_dukungplnListrik di dunia khususnya di Indonesia merupakan kebutuhan utama bagi kemajuan wilayah yang perekonomiannya sedang tumbuh, meningkatnya kemajuan sebuah negara pasti akan berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan listrik terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Bayangkan jika ada pemadaman listrik total di Indonesia, tidak usah lama-lama 1 hari saja tentu akan menyebabkan hampir semua kegiatan ekonomi lumpuh, layanan kereta api berhenti, lalu-lintas di jalan raya macet total, tidak bergerak sama sekali karena lampu lalu lintas tidak berfungsi, orang-orang harus bekerja tanpa menggunakan alat-alat listrik dan tanpa menggunakan AC pada suhu yang sangat panas terutama dikota-kota besar seperti di jakarta, selain itu, kegiatan ekport-import Indonesia dengan beberapa negara dipastikan akan tertunda.

Semua memerlukan listrik, rumah tangga, instansi-instansi pemerintah, perkantoran dan industri memerlukan listrik, artinya untuk kehidupan masyarakat agar lebih baik dan ekonomi yang sedang tumbuh ketersediaan pasokan listrik menjadi sangat penting, ujar Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan sambutan pada acara Peresmian PLTU Banten 2 Labuan Unit 1 dan PLTU Labuhan Angin, Kamis (28/1).

Beberapa Permasalahan Listrik di Indonesia

1. Kurangnya pasokan listrik

kebutuhan akan energi listrik di Indonesia meningkat dengan pesat. Karena kesalahan perencanaan di masa lalu, kebutuhan energi listrik meningkat jauh lebih pesat dibanding yang bisa disediakan oleh PT. PLN. Akibatnya, terjadi pemadaman bergilir dimana-mana. Padahal hampir setengah daerah di Indonesia belum mendapatkan kesempatan mendapatkan listrik.

2.Subsidi yang kian membengkak

Untuk menghasilkan listrik tentuPLN memerlukan biaya yang tidak sedikit, bahkan pemasukan yang diterimaPLN tak sebanding dengan angka biaya oprasional, oleh karna itu pemerintah dengan bijaksananya memberikan subsidi listrik untuk masyarakatnya.

Harga produksi membengkak karena sebagian besar energi listrik dibangkitkan dengan BBM yang mahal serta tidak efisiennya sistem pembangkit, transmisi, dan distribusi. Rendahnya harga jual juga menyebabkan dorongan untuk melakukan penghematan menjadi sangat rendah di kalangan konsumen. Di sisi lain, banyak konsumen yang tidak layak mendapatkan subsidi atau mampu membayar lebih mahal jika kwalitas listrik yang didapat bisa dijamin.

Namun sayangnya Subsidi energi yang terus membengkak membuat banyak potensi pembangunan terlepas. Dengan dana subsidi energi yang mendekati Rp 300 triliun, berbagai proyek infrastruktur negeri ini bisa dibangun.

“Dana sebesar Rp 300 triliun Kalau dibuat Jembatan Selat Sunda bisa dapat 2, kalau bangun kilang bisa dapat tiga, atau kalau dibangun jalan bisa dapat 10 ribu kilometer, (ini jalan gratis lho bukan jalan tol)”

3.kondisi geografis Indonesia

Kondisi banyak pulau merupakan kondisi unik yang tidak bisa dibandingkan dengan negara lain sehingga agak susah melakukan benchmark apakah sistem kita sudah efisien atau belum. Kondisi negara yang terletak di katulistiwa juga membawa konsekuensi tersendiri.

Di pulau Jawa dan Sumatra misalnya, semua orang bangun dan tidur pada waktu yang sama, semua melakukan aktivitas pada jam yang sama. Semua merasakan temperatur yang hampir sama. Akibatnya, beban puncak di seluruh bagian pulau Jawa dan Sumatra terjadi pada waktu yang sama. Artinya, keuntungan sistem interkoneksi yang diharapkan bisa mengurangi beban puncak menjadi tidak ada.

Kondisi ini berbeda dengan Eropa dan Amerika yang temperaturnya berbeda dari bagian satu ke bagian yang lain dan mempunyai beda waktu yang cukup signifikan. Dengan kata lain, pola perencanaan yang berjalan baik di Amerika dan Eropa tidak bisa kita terapkan di Indonesia.

Langkah jangka pendek yang harus segera dilakukan untuk mengatasi masalah kelistrikan adalah:

  1. Mendorong penghematan energi melalui insentif dan peraturan yang lebih nyata. Ini bisa dimulai dengan penghematan di kantor-kantor pemerintah, BUMN, dan fasilitas umum. Sering sekali penghematan bisa dilakukan tanpa mengeluarkan biaya.
  2. Mendorong pengurangan beban puncak dengan memanfaatkan pembangkit cadangan yang banyak dimiliki konsumen. Sistem kompensasi yang diterapkan bisa berbeda untuk tiap daerah. Pemanfaatan pembangkit cadangan bisa menunda perlunya pembangunan pembangkit dan saluran transmisi. Beban puncak juga bisa dikurangi dengan menerapkan sistem insentif bagi pelanggan yang mengurangi penggunaan listriknya di waktu beban puncak. Langkah ini bisa segera diambil untuk mengatasi pemadaman bergilir yang sering terjadi dan mengurangi antrian pelanggan baru.
  3. Menerapkan regional pricing sehingga mendorong sistem kelistrikan yang lebih adil dan mengurangi subsidi. Pemerintah tidak perlu takut disebut menaikkan harga karena listrik yang murah masih tersedia di daerah-daerah tertentu. Langkah ini bisa diterapkan di kota-kota besar yang kemampuan ekonominya sudah cukup bagus dan sudah mulai menuntut kwalitas pelayanan yang baik.
  4. Mendorong munculnya pemain baru yang mampu menjual listrik berdasarkan kwalitas tanpa subsidi. Perlu diingat bahwa peningkatan kwalitas tidak identik dengan menaikkan harga. Ini terutama penting di daerah-daerah yang sudah maju atau menuntut pelayanan listrik yang baik seperti halnya Jakarta, Surabaya, Bali, dan masih banyak lagi.
  5. Mendorong penggunaan sumber energi terbarukan tidak hanya di daerah terpencil tetapi juga di Jakarta yang potensinya besar. Isu kemandirian energi harus ditekankan dibanding isu penghematan biaya. Jika sebagian besar gedung di Jakarta mengganti kaca jendelanya dengan sel surya, hampir 30% kebutuhan energi listrik di Jakarta berkurang.
  6. Membuat sistem insentif yang mendorong munculnya perusahaan-perusahaan yang bersifat green. Penghargaan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan ang melakukan penghematan energi harus lebih rajin diberikan.
  7. Memaksimumkan penggunaan pembangkit dan saluran transmisi eksisting. Fasilitas yang sudah dibangun dengan biaya mahal harus dipelihara dan dimanfaatkan secara maksimum. PT.PLN harus dituntut menurunkan losses jaringan yang saat ini masih di atas 10%. Penurunan kapasitas pembangkit hidro karena pendangkalan harus segera diperbaiki.
  8. Mendorong segera disempurnakan undang-undang kelistrikan sehingga memungkinkan sistem kelistrikan yang sesuai kondisi Indonesia. Undang-undang ini harus mendorong lahirnya iklim kompetisi yang menguntungkan rakyat Indonesia secara keseluruhan. Perlawanan terhadap perubahan pasti ada tetapi kita tidak boleh menyimpan bom waktu.
  9. Menyempurnakan struktur organisasi PT.PLN sehingga mempunyai fleksibilitas yang lebih baik menghadapi bisnis kelistrikan yang menuntut kompetisi dan kerja efisien.

Langkah Jangka Panjang (Sepuluh Tahun Kedepan)

Langkah jangka panjang yang harus ditempuh untuk memecahkan masalah kelistrikan adalah:

  1. Mendorong penggunaan sumber-sumber energi yang tersedia lokal di setiap daerah. Setiap daerah mempunyai potensi yang berbeda-beda. Sumber energi dari luar daerah harus bersifat suplemen, bukan utama. Pada saat ini, subsidi sangat besar karena setiap daerah dipaksa menggunakan pembangkit yang bahan bakarnya tidak terdapat di daerah tersebut.
  2. Menyiapkan SDM yang mampu bekerja dengan iklim kelistrikan yang baru. Isu SDM ini sangat penting karena pendidikan teknik di bidang ini sudah lama dibiarkan terlantar tanpa ada program nasional yang jelas.
  3. Mengintegrasikan sistem kelistrikan dengan infrastruktur lainnya sehingga didapatkan infrastruktur yang murah secara total. Tanpa adanya integrasi, sangat sulit menciptakan sistem kelistrikan yang efisien. Tidak ada satupun pemerintah di dunia ini yang berkewajiban menyediakan listrik di semua daerah dan lokasi. Dana sebesar apapun tidak akan cukup untuk melistriki semua daerah di Indonesia.
  4. Mendorong perkembangan teknologi yang mendukung sistem kelistrikan yang kompetitif. Perlu banyak teknologi baru untuk menuju era kelistrikan yang baru dan efisien. Karena kelistrikan Indonesia bersifat unik maka harus dikembangkan sendiri.

PLN Bersih salah satu solusi menyelamatkan uang negara demi kemajuan bangsaku

Mewujudkan bangsa Indonesia yang maju tentu sudah menjadi cita-cita kita, namun kemajuan suatu negara sangatlah mustahil terwujudkan bila dalam negara tersebut masih banyak ditemukan praktik-praktik kotor seperti korupsi dan suap menyuap yang kebanyakan melibatkanperusahaan yang menjadi rekanan pemerintah seperti memberi uang terima kasih, atau bekerja sama menggelembungkan nilai proyek .

PLN sebagai perusahaan rekanan pemerintah yang memegang sektor terpenting dibidang pengadaan listrik membuktikan keseriusanya dalam mewujudkan perusahaan yang bersih dengan ikut menggandeng sebuah lembaga independen terkemuka yaitu Transparency International Indonesia untuk mensupervisi programPLN Bersih.

Transparency International Indonesia (TII) merupakan salah satuchapter Transparency International, sebuah jaringan global NGO antikorupsi yang mempromosikan transparansi dan akuntabilitas kepada lembaga-lembaga negara, partai politik, bisnis, dan masyarakat sipil. Bersama lebih dari 90chapter lainnya, TII berjuang membangun dunia yang bersih dari praktik dan dampak korupsi di seluruh dunia. TII memadukan kerjathink-tank dan gerakan sosial. Di samping itu, TII juga mengembangkan Pakta Integritas sebagai sistem pencegahan korupsi di birokrasi pemerintah.

Melalui budaya PLN Bersih yang didukung olehBLOGdetik,PLN berusaha mengajak bangsa ini untuk menyadari bahwa budaya korupsi adalah musuh bagi kita semua dan kita harus lawan bersama mulai dari diri kita. Berubah memang berat, tapi tidak ada kata berat untuk berubah untuk kebaikan. Baik itu kebaikan untuk kita sebagai pelanggan maupun untuk kebaikanPLN.

Inovasi PLN dalam upaya melakukan tindakan pencegahan korupsi dan suap menyuap :

  • Membuat sistem pelayanan yang transparan dengan meminimalkan pertemuan tatap muka pelanggan dengan pegawaiPLN.
    Contoh : layanan pasang baru, tambah daya, pasang sementara secara online melalui websitehttp://www.pln.co.id/pbpd/index.php
  • Melakukan perubahan aturan pengadaan barang dan jasa.
  • Membuat sistem penanganan keluhan pelanggan.
    Contoh : Contact Center 123,Official Fans PagePLN (Persero)dan twitter@PLN_123
  • Membangun whistler blower system bagi karyawanPLN
  • Memudahkan karyawan yang ingin menyerahkan barang terindikasi gratifikasi
  • Melakukan multi stakeholder forum (mitraPLN) dengan membuat komitmen dan deklarasi bersama untuk tidak melakukan suapdan korupsi.[2]

PLN kini makin transparan terhadap besaran BPP yang ditanggungnya. Hal ini diperlukan agar masyarakat bisa mengetahui seberapa besar biaya pruduksi yang ditanggungPLN untuk memproduksi listrik. Dari situ dapat diketahui pula apakahPLN sudah melakukun efisiensi dan efektivitas dalam manajemen. Di samping perlu juga dilakukan evaluasi soal sejauh mana upayaPLN dalam mencegah pencurian listrik.

Tentu saja, beberapa langkah strategis yang dijelaskan di atas tidak akan bermakna manakala tidak adanya kerjasama antara pihak pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait dalam menangani krisis energi listrik. Oleh karena itu, kerjasama antara pihak-pihak tersebut amatlah penting. Mulai dari penanaman budaya hemat listrik,sampai masalah teknis penanganan dan pengelolaan sistem distribusi listrik baik dalam hal pemakaian pembangkit listrik maupun akuntabilitas finansialnya yang diharapkan lebih transparan. Semoga krisis energi listrik tidak terjadi lagi di negara kita tercinta ini.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/10/29/090438444/Dana-Subsidi-Bisa-Bangun-Jalan-10-Ribu-Kilometer ,http://konversi.wordpress.com/2009/11/18/kelistrikan-nasional-masalah-dan-solusinya/ ,http://akudanpln.blogdetik.com/tentang-pln-bersih-2/


TAGS PLN Bersih Indonesiaku


-

Author

Follow Me